Eksposdemokrasi.id,Luwu Timur-Penanganan bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur mengalami peningkatan ditahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 2021.
Hal ini diketahui saat tim dari Diskominfo-SP bersama media partner melakukan kunjungan dikantor BPBD yang dipimpin oleh Yulius selaku sekertaris dan Hayati Kabid IKP,Senin 24 Oktober 2022.
BPBD Lutim, melalui Kabid kedaruratan dan logistik, Maria Claret memaparkan berbagai Penanggulangan yang telah dilakukan dari berbagai bencana alam yang terjadi.
"Hingga Oktober tahun ini(2022), jumlah kejadian bencana yang kami tangani mencapai 226 kasus yang terdiri dari kebakaran rumah , cuaca ekstrim, Banjir, tanah longsor, orang hilang atau tenggelam, dan gempa bumi",Ujar Claret.
Ia pun menjelaskan bahwa dari setiap kejadian, paling banyak pada penanganan gempa bumi.
"Data dari tahun 2021 hingga 2022, kejadian bencana alam yang ditangani paling banyak di gempa bumi, tahun 2022 sebanyak 185 kejadian bencana gempa bumi yang telah dilakukan penanggulangan", terangnya.
Adapun perbandingan kejadian bencana alam yang terjadi ditahun 2021 sebanyak 178 terdiri dari kebakaran rumah atau gedung ada 10, cuaca ekstrim 6, banjir 2, tanah longsor 2, orang hilang atau tenggelam 5, dan gempa bumi 153 kejadian. Sedangkan ditahun 2022(Oktober) , kebakaran rumah atau gedung 8, cuaca ekstrim 16, Banjir 6, tanah longsor 6, orang hilang/tenggelam 5 dan gempa bumi 185 dengan total 226.
Maria Claret juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Lutim agar selalu waspada mengingat akhir-akhir ini curah hujan dan angin cukup tinggi dan jika ada kejadian agar koordinasi dengan pemerintah setempat.
"Belakangan ini curah hujan dan angin cukup tinggi, agar selalu waspada, dan yang lebih penting harus diingat bahwa 9 sesar yang ada di Sulsel, 6 diantaranya berada dilutim", tambahnya.
Penulis : Arif.J
Editor : Adry

Tidak ada komentar:
Posting Komentar