Eksposdemokrasi.com,Luwu Timur- Mendekati berakhirnya masa kampanye Pilkada Luwu Timur, tim kampanye Pasangan Calon Bupati Wakil Bupati Husler-Budiman menyasar pemilih pemula di Kecamatan Nuha dan Towuti.
Namun ada yang berbeda, pada kampanye kali ini bukan dilakukan oleh pasangan calon nomor urut 1, Thorig Husler dan Budiman tetapi dilakukan oleh Tim Milenial Husler-Budiman bersama jubir milenial Wulan Safitri.
Salah satu personel Tim Milenial Husler-Budiman Bangkit Revormansyah mengatakan jika kegiatan tersebut memenuhi undangan pemuda lutim.
"kegiatan ini kami lakukan untuk memenuhi undangan dari kelompok-kelompok pemuda dan relawan Milenial Husler-Budiman yang sekedar ingin berdiskusi serta yang ingin memahami lebih detail seperti apa program-program Husler-Budiman untuk anak muda", ucap jurkam milenial yang juga adalah putra sulung Calon Bupati Nomor urut Satu Ir. Muh. Thorig Husler.
Sebelumnya, Tim Melenial ini telah memenuhi undangan diskusi dengan komunitas pemuda di Burau dan Mangkutana Raya (Tomoni, Tomoni Timur, Mangkutana, Kalaena)
Dan rupanya komunitas pemuda di Kecamatan Nuha dan Towuti juga ingin membuka ruang diskusi serupa, terang Bangkit.
Selama dua hari (2-3/12)Tim Milenial Husler-Budiman berdiskusi dengan pemuda -pemudi Nuha Towuti di empat titik lokasi, dimulai di seberang danau Matano tepatnya di Desa Masiku, berlanjut ke Timampu di cafe Sehati, kemudian di Wawondula memenuhi undangan komunitas pemuda Gelombang Towuti, dan diakhiri dengan kunjungan ke posko D'Gams, salah satu posko milenial di Kecamatan Nuha.
Jubir Milenial Husler-Budiman Wulan Safitri optimis bahwa partisipasi pemuda pada pilkada kali ini mengalami peningkatan.
"antusias teman-teman dalam diskusi menunjukkan bahwa pemuda Luwu Timur tidak alergi pada politik, sebenarnya mereka hanya butuh ruang untuk menunjukkan bahwa mereka juga peduli pada pembangunan kampung kita ini, dan kami di Husler-Budiman membuka ruang itu seluas-luasnya", kata Wulan.
Ikut dalam Tim Milenial tersebut, Astini perempuan muda energik asal Burau yang juga adalah LO Husler-Budiman berkomentar "Sepanjang sejarah pemuda senantiasa menjadi pelopor gerakan perubahan, maka seyogyanya diera ini, pemuda mengambil peran menjadi pelaku pembangunan, bukan sekedar penikmat".(*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar