Eksposdemokrasi.com,Makassar-Sejumlah aktivis mendatangi kantor gubernur sulawesi selatan untuk melakukan aksi unjukrasa,tepatnya di depan pintu keluar halaman kantor tersebut di jalan urip sumoharjo pada hari kamis,29 November 2018.Kedatangan mereka untuk menyoroti rencana penganggaran barang rujab gubernur yang dianggap terlalu tinggi.
Kedatangan para aktivis yang berjumlah sekitar 15 orang ini melakukan orasinya dengan menggunakan megaphone secara bergantian.
Rencana penganggaran terhadap kelengkapan rumah jabatan gubernur sul-sel senilai 4,6 milyar ini dianggap terlalu pemborosan anggaran.Dari nilai tersebut,didalamnya termasuk pembelian karpet dan 313 barang lainnya.
Dalam orasinya,meraka meminta agar membatalkan nilai anggaran tersebut dalam RAPBD 2019.
"Kami meminta agar membatalkan seluruh anggaran Rujab Gubernur yang terkesan mewah pada RAPBD 2019 dan
Gubernur harus minta maaf kepada rakyat Sulsel atas anggaran yang tidak pro terhadap rakyat",Kata Arlan,yang memimpin orasi tersebut.
Menanggapi hal itu,Ansyar dari kabid kewaspadaan nasional dan penanganan konflik badan kesbangpol prov.sul-sel bersama dengan Rizki Melta dari Kabag keuangan biro umum setda prov.sul-sel datang menemui pengunjukrasa tersebut.
"Untuk anggaran tahun 2019 belum selesai dan masih dalam tahap sinkronisasi dengan DPRD,dan bapak gubernur tetap pro terhadap rakyat",Kata Ansyar di hadapan para aktivis.
Pukul 15.00 wita,mereka membubarkan diri,namun mengancam tetap akan turun dalam bentuk demonstrasi jika tidak ada upaya pembatalan anggaran tersebut.
Laporan : Syarif
Editor : Adry
Jumat, 30 November 2018
Dinilai Pemborosan Anggaran,Sejumlah Aktivis Orasi Di Kantor Gubernur Sul-Sel
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar