Sebelum meninggal dunia ia menjalani operasi amandel di Rumah sakit I Lagaligo wotu pada hari Selasa,5 November 2018.
Putra pertama dari Sertu Rusli,anggota dari kodim 1403/SWG menghembuskan nafas terakhirnya di RS.Ilagaligo pada tanggal 11 November 2018 pukul 13.30 Wita.
Kepergian alm.Rezky Pratama menyisakan tanda tanya terhadap pihak keluarga dan kerabat Sertu Rusli.Pasalnya,usai menjalani operasi amandel,kondisi kesehatan almarhum tidak pernah stabil.
"Setelah pulang dari rumah sakit,kembali saya antar(ke.RS_Red) karena tiba-tiba demamnya tinggi",Kata Sertu Rusli,orang tua almarhum yang di temui di kediaman nya usai pemakaman.
Setelah di Rumah Sakit,putra Sertu Rusli mengalami muntah darah beberapa kali dan mengeluh kesakitan bagian perut dan leher,tambah Sertu Rusli.
"sebelum meninggal,anak saya muntah darah beberapa kali,kemudian kejang-kejang dan akhirnya pergi meninggalkan kami",Tutur Serka Rusli dengan mata berkaca-kaca menahan kesedihan.
Menanggapi hal itu,pihak Rumah Sakit Ilagaligo Wotu pun memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.
"Trombosit darahnya sudah sangat rendah,dan itu memudahkan terjadinya pendarahan,termasuk muntah darah",Kata dr.Rosmini pandin,direktur RS.I lagaligo wotu.
Trombosit nya saat itu 65.000,sedangkan normalnya 165.000,ia menambahkan.Namun demikian,berbagai upaya penyelamatan juga telah di lakukan pihak Rumah sakit.
Hingga berita ini di muat,pihak Rumah Sakit belum bisa memastikan penyebab turunnya trombosit dari almarhum.
"jika trombosit turun,kemungkinan ia kena DBD atau infeksi",Kata jelas Dirut RS tersebut.
Pemakaman putra pertama Sertu Rusli di hadiri oleh para Danramil sekabupaten luwu timur.Kodim 1403/SWG yang di wakili oleh perwira penghubung Mayor kav.Suparman dan puluhan anggota TNI lainnya.
Juga tampak hadir dari kapolsek Mangkutana,camat Tomoni dan masyarakat dari berbagai daerah.
Liputan : Denny
Editor : Adry


Tidak ada komentar:
Posting Komentar